100 Karyawan Layanan Pelanggan EA Austin Diberhentikan

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa hampir 100 karyawan layanan pelanggan EA Austin diberhentikan setelah putusnya kemitraan perusahaan dengan FIFA.

Informasi ini pertama kali dipublikasikan oleh Kotaku dan dikonfirmasikan oleh EA. Jika kalian tertarik dengan kondisi terkini industri video game saat ini, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

100 Karyawan Layanan Pelanggan EA Austin Diberhentikan

Kotaku melaporkan bahwa EA memberhentikan sekitar 100 karyawan dari kantor mereka di Austin. Banyak dari mereka yang terkena merupakan layanan pelanggan yang bekerja di FIFA 22.

Pemberhentian tersebut muncul setelah EA memilih untuk mengakhiri kesepakatan lisensinya dengan FIFA untuk membawa game sepak bola populernya ke arah yang baru di bawah nama EA Sports FC.

Kotaku menjelaskan bahwa EA sekarang akan mengalihdayakan dukungan layanan pelanggan ke perusahaan pihak ketiga yang berbasis di Rumania dan India.

“Kami terus berkembang untuk memberikan pengalaman yang lebih baik lagi bagi penggemar kami dan meningkatkan model dukungan kami,” tulis Joel Knutson (VP pengalaman pelanggan di EA) dalam email yang dilihat oleh Kotaku.

Knutson lalu menambahkan bahwa pemberhentian tersebut telah disetujui “untuk mengurangi kompleksitas dan meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan skalabilitas kami”. EA juga akan “mengusulkan redundansi” untuk peran serupa di kantor EA Galway di Irlandia.

EA Berikan Konfirmasi

Dalam email tindak lanjut yang dikirim kepada Kotaku, juru bicara EA mengatakan bahwa “perubahan” pada unit dukungan pelanggannya “tidak terkait dengan satu franchise game mana pun, juga tidak terkait dengan pengumuman EA Sports FC kami minggu lalu”.

“Fungsi dukungan pelanggan mendukung banyak pertanyaan pemain tentang judul game kami, teknologi, termasuk Origin atau layanan berlangganan EA Play kami,” tambah juru bicara EA.

EA juga mencatat bahwa mereka telah menciptakan 10 peran dukungan layanan pelanggan tambahan dalam segmen game mobile mereka.

Ketika diminta oleh Kotaku untuk mengomentari alasan pemberhentian itu, Charlie Fortescue (juru bicara EA) memberikan pernyataan berikut:

Kami selalu berpikir untuk meningkatkan pengalaman pemain kami, termasuk meninjau bagaimana kami dapat memberikan dukungan terbaik yang mungkin mereka butuhkan untuk menikmatinya sepenuhnya.

Dengan pemikiran ini, kami telah mengusulkan beberapa perubahan dalam fungsi dukungan pelanggan kami untuk memberikan lebih banyak fleksibilitas dan memungkinkan kami untuk membantu pemain saat mereka sangat membutuhkannya.

Sebagai bagian dari proses ini, kami mempertimbangkan untuk mengubah beberapa peran dalam tim, menutup beberapa posisi, dan membuat yang baru. Kami bekerja sama dengan orang-orang kami selama proses ini dan memberikan dukungan kepada siapa pun yang perannya terpengaruh.

Charlie Fortescue, EA Spokeperson

Baca Juga :  Game Souls-Like Steelrising Ditunda hingga September 2022