Rekor Baru, 3000 Karyawan Activision Kini Kerjakan Franchise Call of Duty

Masih dalam pembahasan terbaru soal Activision, pada kesempatan ini kita kedatangan satu kabar mengejutkan dari perusahaan tersebut. Benar, baru-baru ini para gamer dikejutkan dengan rekor baru yang mereka capai saat ini. Rekor tersebut datang dari 3000 karyawan Activision yang dialihkan untuk kerjakan Franchise Call of Duty. Lantas, bakal seperti apakah jadinya? Yuk ikuti terus pembahasan Gamedaim News berikut.

Sepekan yang lalu, Activision dan Infinity Ward resmi mengumumkan game terbaru mereka yaitu Call of Duty Modern Warfare 2. Seri tersebut hadir sebagai sequel dari franchise Modern Warfare Remake yang rilis pada tahun 2019 lalu. Mereka menjanjikan Story Campaign baru lengkap dengan pembawaan setting berbeda. Karena tidak ingin gagal seperti COD Vanguard, Activision melakukan aksi yang cukup mengejutkan dari game terbarunya ini.

3000 Karyawan Activision Dialihkan Untuk Fokus Pada Franchise Call of Duty

Melalui laporan yang kami peroleh pada wawancara Activision dengan media TweakTown, ia mengkonfirmasi bahwa sudah ada 3000 karyawan Activision yang kini sedang mengerjakan franchise Call of Duty. Bukan hanya Modern Warfare II saja, mereka juga sedang memproduksi seri lainnya yang akan rilis di masa depan. Activision berharap dengan upaya ini, Call of Duty dapat memberikan pengelaman lebih baik dari seri-seri sebelumnya.

Itu artinya sudah ada 1/3 dari total jumlah karyawannya mereka kini bekerja di franchise tersebut. Untuk menempatkan angka-angka ini ke dalam perspektif yang berbeda, berarti lebih dari 30 persen dari seluruh tenaga kerja Activision (yaitu, kira-kira 9800), dan hampir setengah dari total pengembangnya (6800) sudah bergabung. Tentunya angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan pengembangan franchise ikonik lain pada umumnya.

Ada Total 11 Studio Yang Kerjakan Seri Call of Duty Terbaru

Sang penerbit dengan tengas mengatakan bahwa mereka akan fokus pada “rencana paling ambisius” dalam sejarah Franchise ini. Benar, proyek akan diawali oleh Call of Duty: Modern Warfare II dan rombakan besar pada game COD: Warzone. Di sisi lain, sang analis terkenal Tom Henderson bahkan sempat membocorkan kabar bahwa Franchise Call of Duty tengah dikembangkan oleh 11 Studio sekaligus secara bersamaan.

Melanjutkan hal ini, Activision juga mengkonfirmasi “Per 31 Desember 2021, Activision Blizzard memiliki sekitar 9800 karyawan penuh waktu dan paruh waktu, dengan sekitar 68% di Amerika Utara, sekitar 25% di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (‘EMEA’), dan sekitar 7% pada kawasan Asia Pasifik.” Lantas, bagaimanakah pendapat kalian atas keputusan tersebut? Jangan lupa tulis komentarmu di bawah ya.

Baca Juga :  7 Karakter yang Paling Sering Digunakan di Spiral Abyss v2.6