Arab Saudi Akuisisi 8% Saham Embracer Group

Public Investment Fund (PIF) melalui Savvy Gaming Group mengumumkan bahwa mereka telah mengakuisisi 8,1% saham dari Embracer Group.

Informasi ini resmi diumumkan oleh Embracer Group melalui situsnya. Jika kalian tertarik dengan kondisi dari industri video game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Arab Saudi Akuisisi 8% Saham Embracer Group

Arab Saudi telah membeli saham sebesar 1 miliar USD di Embracer Group, di mana total saham itu setara dengan sekitar 8,1% saham Embracer Group. Saham tersebut dibeli melalui Savvy Gaming Group, anak perusahaan milik Public Investment Fund (PIF) yang dipimpin oleh putra mahkota Mohammed bin Salman.

Investasi Savvy Gaming Group sebesar 1 miliar USD memungkinkan kami untuk terus menjalankan strategi kami secara proaktif dari posisi yang kuat di seluruh industri game global.

Selama beberapa tahun terakhir, entitas yang berbasis di Arab Saudi telah menjadi salah satu investor paling signifikan di pasar game global. Akibatnya, pasar game MENA adalah salah satu yang tumbuh paling cepat di dunia, dengan pendapatan 5,7 miliar USD pada tahun 2021 dan lebih banyak gamer aktif daripada Amerika Serikat atau Eropa Barat.

Negara terbesar di pasar ini, sejauh ini, adalah Arab Saudi. Saya telah mengunjungi Arab Saudi dan melihat komunitas game dan peluang secara langsung.

Hubungan kami dengan Savvy Gaming Group akan memungkinkan kami untuk mendirikan hub regional di Arab Saudi, dari mana kami dapat melakukan investasi di seluruh wilayah MENA, baik secara organik, melalui kemitraan, usaha patungan, atau akuisisi perusahaan yang dipimpin oleh pengusaha yang kuat.

Lars Wingefors, CEO and Founder of Embracer Group

Pada bulan Mei 2022, PIF telah membeli 5% saham Nintendo. Mereka memegang saham kecil di Capcom dan Nexon yang memiliki nilai total berkisar 1 miliar USD. Selain itu, PIF juga memiliki 96% saham di SNK pada bulan April 2021.

Kontroversi Investasi dari Arab Saudi

Setelah pengumuman dari akuisisi itu, Lars Wingefors telah membahas kontroversi seputar topik tersebut. Dalam sebuah pernyataan kepada GamesIndustry.biz, Axios, dan situs Embracer Group, Lars Wingefors mengatakan bahwa dia “memahami dan menghormati bahwa ada pandangan yang berbeda tentang topik ini”.

Wingefors menambahkan, “Saya tidak mengklaim memiliki hak jawaban, tapi saya ingin menjadi jelas bahwa keputusan ini tidak dianggap enteng.”

Kita sebelumnya tahu bahwa PIF memiliki Savvy Gaming Group. Arab Saudi sampai saat ini memiliki berbagai macam kontroversi, termasuk tuduhan pihak berwenang telah memindahkan secara paksa dan dilaporkan membunuh anggota suku Huwati untuk membuka jalan bagi pembangunan proyek megacity Neom.

Riot Games sebelumnya bermitra dengan proyek Neom, tetapi menarik diri setelah mendapatkan kritikan atas kontroversi tersebut.

Dalam pernyataannya, Wingefors menekankan lebih lanjut bahwa investasi Savvy Gaming Group tidak akan mempengaruhi bagaimana Embracer Group dijalankan.

“Embracer Group dibangun di atas prinsip kebebasan, inklusi, kemanusiaan, dan keterbukaan. Transaksi dengan Savvy Gaming Group tidak akan mengubah hal ini dengan cara apapun,” tulis Wingefors. “Mereka berinvestasi di Embracer karena mereka mendukung visi, strategi, dan kepemimpinan kami saat ini, bukan untuk mengubahnya.”

Wingefors juga membahas spekulasi tentang apakah Savvy Gaming Group akan diberikan kursi di dewan direksi Embracer Group. Dia mengungkapkan ini adalah masalah bagi pemegang saham pada rapat umum tahunan di masa depan, tetapi dia berbagi pandangan pribadinya bahwa Brian Ward (CEO Savvy Gaming Group) akan cocok.

Ward memiliki pengalaman puluhan tahun di industri game, setelah sebelumnya memegang posisi manajemen senior di Activision Blizzard, Electronic Arts (EA), dan Xbox Game Studios.

“Brian memiliki pengetahuan industri yang mendalam dan berharga bagi Embracer dan saya akan mendukung jika dia ingin berkontribusi di dewan nanti selama dia berkomitmen pada waktu yang dibutuhkan,” tulis Wingefors.

Baca Juga :  Arab Saudi Akuisisi 5% Saham Nintendo