CEO Unity Minta Maaf Setelah Kritik Dev Game Mobile Karena Tidak Pakai Monetisasi

Baru-baru ini perusahaan game engine terkenal yaitu Unity tengah menjadi topik perbincangan hangat di kalangan gamer. Topik tersebut datang dari komentar Bos Unity yang cukup kontroversial saat menghadiri acara Interview. Benar, sang CEO Unity ini dikabarkan mengkritik dev game mobile karena tidak berani memanfaatkan keuntungan Monetisasi. Bakal seperti apa jadinya? Yuk ikuti berita game terbaru berikut.

Pada minggu lalu, John Riccitiello selaku Chief Director perusahaan engine terkenal Unity diundang pada segmen wawancara dengan PocketGamer.biz. Pada saat ditanya pendapat tentang Dev yang tidak gunakan Microtransaction di game Mobile, ia malah berkata kasar dan mengkritik jika para developer tersebut “adalah orang-orang yang paling cerdas dan brilian. Namun mereka juga orang paling idiot yang pernah saya jumpa,” ucap Riccitiello.

CEO Unity Sebut Dev Game Mobile “Idiot” Karena Tidak Berani Suntikan Monetisasi

Tak lama setelah komentar tersebut tersebar, Riccitiello langsung dikecam dari banyak pihak. Bukan hanya dari gamer mobile, namun para developer mobile pun juga ikut merasa kecewa dengan perkataannya. Riccitiello menangkapi respon negatif para fans dengan mengatkan bahwa komentar tersebut hanyalah “Clickbait, Sarkas, atau diluar konteks saja.” Beberapa hari kemudian, sang CEO mengaku menyesal dengan perkataannya saat di wawancara.

Melalui surat yang ia berikan pada akun Twitter, Riccitiello meminta maaf pada para fans dan developer atas “pilihan kata yang kasar” dan mengatakan jika dia “tidak terlalu pintar dalam memilih kata-kata [nya].” Padahal yang ia maksud adalah “saya ingin menyediakan para developer dengan alat agar mereka dapat lebih memahami apa yang dipikirkan pemain, dan terserah mereka untuk bertindak atau tidak berdasarkan feedback yang didapat.”

John Riccitiello Minta Maaf Dan Akui Perkataannya Salah

Ia mengatakan bahwa “Pengembang yang ingin menghasilkan uang dari pekerjaan mereka, termasuk lewat proses monetisasi, menurut saya adalah keputusan yang adil untuk diambil.” Namun, “Electronic Arts baru saja mendapatkan pelajaran baru, bahwa monetisasi yang kikuk mungkin dapat memicu feedback yang buruk, dan konsumen pasti sadar, serta sensitif terhadap taktik monetisasi agresif dari pada sebelumnya.”

“Saya sangat menghormati pekerjaan developer game,” tulis Riccitiello. “Pekerjaan yang mereka lakukan sangat luar biasa. Kreativitasnya bisa dibilang sangat luar biasa baik bagi kelas triple-A, Mobile, ataupun game indie. Kira-kira bagaimanakah pendapat kalian atas ucapan sang CEO? Jangan lupa tulis komentarmu di bawah ya.

Baca Juga :  Rekap Pengumuman Summer Game Fest 2022