Livestreaming di Twitch, Pria Bernama jimboboiii Lakukan Penembakan Massal

Tepat pada tanggal 14 Mei 2022 lalu, seorang pria dengan nickname Jimboboii melakukan penembakan massal yang menewaskan 10 orang di Buffalo, New York. Lebih lanjut, penembakan ini sendiri bukanlah tanpa alasan.

Polisi menyebut adalah hal yang membuat sang pria sampai melakukan penembakan massal tersebut. Agar lebih jelas, yuk simak ulasan dari Gamedaim berikut ini.


Jimboboii, Pelaku Penembakan Massal

Berdasarkan informasi yang ada, Jimboboii merupakan seorang remaja berusia 18 tahun yang melakukan penembakan massal. Aksinya ini disiarkan secara langsung melalui kanal Twitch miliknya.

Polisi juga akhirnya merilis pernyataan sebanyak 180 halaman yang merinci pandangan rasis serta anti Semit. Bagi kamu yang tidak tahu, Antisemitisme adalah suatu sikap permusuhan atau prasangka terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk tindakan penganiayaan/penyiksaan terhadap agama, etnik, maupun kelompok ras, mulai dari kebencian terhadap individu hingga lembaga.

Aksi dari remaja ini sendiri terjadi di Pasar Ramah Tops di Jefferson Street, sebuah daerah di pinggiran kota New York bagian barat. Menurut The Buffalo News, seorang saksi mengatakan bahwa toko tempatnya melakukan aksi sedang ramai-ramainya.


Kronologi Penembakan

Jimboboii

Jimboboii atau Payton Gendron awalnya berhenti di Supermarket dan menembak 4 orang yang berada di area parkir. Tiga dari empat orang yang ditembak tewas. Setelah itu, Gendron langsung masuk ke toko dan menembak beberapa orang, termasuk mantan perwira Polisi Buffalo yang sudah pensiun.

Lebih lanjut, Joseph Gramaglia, salah satu komisaris di Buffalo mengatakan bahwa Gendron menggunakan Heavy Armor. Dalam melancarkan aksinya tersebut, Gendron mengenakan perlengkapan yang cukup banyak.

Sementara banyak yang berbagi akun Twitch yang terhubung ke nama pengguna penembak yang diketahui, perusahaan milik Amazon telah menghentikan saluran Twitch yang dikenal sebagai “jimboboiii”.


Baca Juga :  Penjualan Resident Evil Village Tembus 6,1 Juta Kopi