Kontraktor Nintendo Melaporkan Lingkungan Kerja yang Keras

Beberapa mantan dan kontraktor Nintendo melaporkan lingkungan kerja mereka yang keras di Nintendo of America. Laporan ini muncul setelah Nintendo dituduh melanggar National Labor Relations Act (NLRA).

Informasi ini pertama kali muncul melalui artikel Kotaku. Jika kalian tertarik dengan kondisi terkini industri video game saat ini, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di Gamedaim News.

Beberapa Kontraktor Nintendo Melaporkan Lingkungan Kerja yang Keras

Setelah pengajuan kasus NLRA, sepuluh karyawan dan mantan karyawan berbicara dengan Kotaku dan mengatakan bahwa mereka merasa dieksploitasi di Nintendo of America. Di antara sejumlah kekhawatiran yang ada, mereka berbicara tentang kondisi kerja yang akan mengarah pada “pembalasan”.

“Perasaan umum adalah bahwa Anda akan dihukum karena blak-blakan di setiap tingkat,” kata seorang kontraktor Nintendo. Kotaku juga menjelaskan sejumlah perbedaan yang sering dihadapi kontraktor dibandingkan dengan karyawan tetap.

Misalnya, kontraktor hanya dibayar 16 USD per jam dan sedikit yang menerima 20 USD. Nintendo of America yang berkantor pusat di Redmond, Washington, telah menduduki peringkat ke-15 dalam 10 kota termahal di Amerika Serikat pada tahun 2021 oleh Kiplinger.

Kontraktor juga mengalami apa yang digambarkan sebagai siklus kerja yang unik. Menurut Kotaku, agen kontraktor akan memberi mereka kontrak 11 bulan dengan jeda dua bulan wajib di antara kontrak.

“Kami Selalu Dibandingkan Dengan Kawan di Jepang”

Nintendo of America | ZGF

Kotaku juga menambahkan bahwa kontraktor diharapkan seproduktif rekan kerja tetap mereka meskipun ada perbedaan yang jelas, ini termasuk mendaftar untuk lembur.

Namun, karyawan yang mengatakan kepada Kotaku menjelaskan bahwa mereka sulit untuk melawan perpanjangan waktu karena “rekan Jepang kami akan berbuat lebih banyak, jadi kami harus menyamai apa yang akan mereka lakukan”.

Selain laporan ini, Kotaku menerbitkan laporan tentang kontraktor yang bekerja di salah satu pusat perbaikan Joy-Con Nintendo Switch.

Laporan mereka merinci tempat bekerja yang menuntut dengan kuota perbaikan tinggi yang tidak berubah terlepas dari jumlah Joy-Con yang perlu diperbaiki atau jumlah pekerja yang siap melakukan perbaikan.

Baca Juga :  Timnas Free Fire Indonesia Duduki Posisi Atas Klasemen Babak Group SEA Games 2021