Nintendo Peringatkan Pengguna Untuk Tidak Gunakan Switch di Suhu Tinggi

Sebuah kabar mengejutkan kembali datang untuk kalian para pengguna Nintendo Switch. Pada kesempatan ini pihak Nintendo kembali dengan berita penting yang harus diketehui oleh penggunanya. Sesuai dengan kabar yang baru-baru ini beredar, Nintendo peringatkan pengguna untuk tidak gunakan Switch di suhu tinggi. Lantas, apa maksud sebernarnya? Yuk ikuti terus berita hardware terbaru berikut.

Sebagian dari kalian tentunya tahu bahwa Nintendo Switch adalah konsol Hand-Held terbaik yang ada di pasaran saat ini. Meskipun bentuknya tergolong kecil, Nintendo Switch terbilang cukup powerful untuk menjalankan segudang game-game keluaran terbaru dengan grafis yang lumayan. Berbeda dari konsol rumahan pada umumnya, Nintendo Switch memang memiliki sisten pendingin yang cukup minim karena designya yang compact.

Suhu Tinggi Dapat Merusak Komponen Dalam Nintendo Switch?

Menurut laporan yang kami dapatkan melalui blog resmi milik mereka, perusahaan Nintendo baru saja memperingati pengguna untuk tidak menggunakan perangkat Switch di suhu yang tinggi. Mereka mengatkan bahwa menjalankan perangkat di lingkungan bersuhu 95 derajat Fahrenheit atau lebih tinggi dapat menyebabkan hardware mati secara tiba-tiba. Kita tahu bahwa ini terjadi karena Overheat yang dapat berujung merusak komponen di dalam.

Bersamaan dengan peringatannya, Nintendo juga mengingatkan para pengguna untuk tidak menutup lubang ventilasi pendingin di konsol. Biasanya, pemain terkadang tidak menyadari hal tersebut dikarenakan menggunakan aksesoris dari Third-Party seperti Case pelindung. Pada Nintendo Switch, kalian dapat menamukan 3 buah ventilasi yang terletak di bagian atas dan punggung konsol.

Jepang Sedang Dilanda Gelombang Panas?

Peringatan ini dikirim oleh perodusen konsol untuk para pengguna, terutama untuk kalian yang tinggal di Jepang. Pasalnya, baru-baru ini Jepang sedang dilanda oleh gelombang panas matahari yang membuat sebagian besar penduduk wilayah perkotaan menjadi sulit beraktivitas. Menurut laporan NPR, suhu tertinggi tercatat mencapai 104,4 derajat Fahrenheit di Isezaki, sebuah negara di utara Tokyo, pada akhir Juni lalu.

Gelombang panas serupa juga sedang berlangsung di seluruh negara bagian Eropa dan Amerika selama akhir pekan lalu. Dikatakan bahwa gelombang panas tersebut telah memicu kebakaran di Portugal. Untungnya, gelombang ini tidak terjadi di Asia tenggara termasuk Indonesia. Namun, peringatan di atas bisa menjadi pencegahan yang perlu dilakukan bagi kita yang tinggal di negara Tropis.

Baca Juga :  Hero dan Item Counter Valir Terbaik