Pasar NFT Runtuh Saat Square Enix Memilih Berfokus ke Blockchain

Melanjutkan kembali pembahasan seputar Square Enix. Pada kesempatan ini kita lagi-lagi akan membahas soal rencana mereka dari penjualan ketiga studio legendaris miliknya. Benar, kali ini para gamer mulai khawatir karena Square Enix berencana untuk fokus pada bisnis Blockchain ketika pasar NFT sedang runtuh. Lantas, apa sebenarnya mereka pikirkan? Yuk ikuti terus pembahasan Gamedaim News berikut.

Pada tahun 2020 lalu, pasar Blockchain meledak karena adanya pandemi COVID-19. Berbagai perusahaan maupun seniman kecil mulai berlomba-lomba untuk menjual karyanya demi menyambut Metaverse yang digadang-gadang akan menjadi masa depan teknologi. Namun, karena persepsi negatif dan sering disangkut-pautkan dengan yang namanya SCAM, bisnis NFT akhirnya runtuh selama pertengahan tahun 2021-2022.

Pasar NFT Runtuh Hingga 92% Selama Bulan September

Melalui laporan yang kami dapatkan lewat situs media The Wall Street Journal, pasar NFT dikabarkan telah mengalami penurunan sebesar 92% selama bulan September lalu. angka ini jauh lebih buruk dibandingkan sebelum Meta mengumumkan proyek Metaverse. Di tengah kacaunya pasar Blockchain, Square Enix malah melakukan aksi cukup mengejutkan dengan menjual studio barat Crystal Dynamics, Eidos Montreal dan Square Enix Montreal.

Bukan hanya itu saja, mereka pun menjual IP legendaris kesayangan fans mulai dari Deus ExTomb RaiderThief, dan Legacy of Kain. Lantas apa alasannya? Benar, itu karena Square Enix mengatakan “Penjualan ini akan membuka peluang untuk bisnis baru dengan bergerak maju dalam investasi di bidang-bidang termasuk blockchain, AI, dan cloud.” Dari sini kita tahu bahwa Square Enix ingin fokus pada penjualan NFT lewat game JRPG miliknya.

Square Enix Akan Fokus ke Strategi Bisnis Blockchain

Square Enix Akan Fokus ke Strategi Bisnis Blockchain | Square Enix

Square Enix masih akan berperan sebagai penerbit di beberapa judul game barat terkenal seperti Life is Strange, Just Cause, dan Outriders. Namun, untuk kedepannya mereka akan fokus pada game-game Jepang yang akan disuntik dengan elemen-elemen Blockchain lengkap asset NFT yang terlindungi dari aksi pencurian dan bukan sebatas “gambar JPEG”. Fans tetap sangat tidak mendukung keputusan tersebut, terutama bagi penggemar JRPG.

Tak sedikit fans berharap agar penurunan pasar Blockchain ini dapat membuat para Developer dan Perusahaan game sadar untuk menghentikan strategi bisnis ini. Mereka tentunya tidak ingin kejadian seperti Ghost Recon Breakpoint terulang kembali karena adanya implementasi Ubisoft Quartz. Lantas, bagaimanakah pendapat kalian, jangan lupa tulis komentamu di bawah ya.

Baca Juga :  Cara Mendapatkan Blueprint Amenoma Kageuchi