Reggie Fils-Aimé Percaya Pada Teknologi Blockchain dan Play-To-Own

Laporan baru mengungkapkan bahwa Reggie Fils-Aimé percaya pada teknologi blockchain dan play-to-own.

Informasi ini pertama kali muncul melalui artikel Nintendo Life. Jika kalian tertarik dengan kontroversi dari metaverse, blockchain, dan NFT, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di Gamedaim News.

Reggie Fils-Aimé Percaya Pada Teknologi Blockchain dan Play-To-Own

Berbicara di acara SXSW 2022, Fils-Aimé ditanya mengenai apa peran blockchain, crypto, dan teknologi play-to-earn dalam masa depan video game. Dia tampaknya cukup antusias dengan ide itu.

Jadi saya percaya pada blockchain. Saya pikir ini adalah teknologi yang menarik. Saya juga percaya pada konsep ‘play to own’ dalam video game dan saya mengatakan ini sebagai pemain di mana saya mungkin telah menginvestasikan 50 jam, 100 jam, atau 300 jam dalam sebuah game. Ketika saya siap untuk beralih ke sesuatu yang lain, bukankah bagus untuk memonetisasi apa yang telah saya buat?

Saya yakin saya akan memiliki beberapa peminat di sini hari ini jika saya ingin menjual pulau Animal Crossing saya dari versi Nintendo Switch terbaru; Saya ingin bisa memonetisasi itu. Teknologi blockchain yang tertanam dalam kode akan memungkinkan saya melakukan itu.

Reggie Fils-Aimé

Realitanya, sudah ada komunitas Animal Crossing yang berkembang dari pemain di mana mereka melakukan jual – beli barang dan menawarkan layanan lain dengan imbalan mata uang dalam game (Bel dan Nook Miles). Contohnya situs Nookazon yang sudah memfasilitasi pertukaran ini dengan menghubungkan para pemain.

Satu-satunya insentif yang harus Nintendo miliki untuk memindahkan pertukaran semacam ini adalah jika mereka dapat mengambil bagian dari keuntungan atau mungkin berpendapat bahwa itu menciptakan lingkungan yang aman dan moderat untuk anak-anak.

Fils-Aimé juga mengungkapkan bahwa penggunaan blockchain harus bijaksana dan ramah konsumen:

“Sekarang saya mengatakan bahwa ‘ini perlu masuk akal bagi pemain’. Itu tidak bisa hanya menjadi pendekatan oleh pengembang yang menarik atau cara bagi mereka sebagai entitas pengembangan untuk menghasilkan lebih banyak uang. Pada akhirnya, itu harus baik untuk pemain, tetapi saya melihat peluang,” lanjut Fils-Aimé.

Kontroversi Metaverse, Blockchain, dan NFT

Reggie Fils-Aimé | SXSW 2022

Game blockchain dan NFT memang telah menjadi sasaran inti kontroversi dalam beberapa bulan terakhir. Valve bahkan telah melarang game blockchain dan NFT dari Steam, tetapi Epic Games malah menerima ide itu dengan tangan terbuka di platform mereka. Gabe Newell menyatakan bahwa orang-orang dari komunitas NFT bukan tipe yang ingin diajak berbisnis oleh Valve. 

Phil Spencer bahkan telah menyatakan kekhawatirannya akan pertimbangan game berbasis blockchain dan NFT. Berbeda dengan Yosuke Matsuda (presiden Square Enix), di mana dia telah mendukung secara antusias teknologi baru seperti game blockchain, NFT dan metaverse. Atsushi Inaba dan Hideki Kamiya bahkan telah menyatakan ketidaktertarikan mereka terhadap NFT.

GSC Game World selaku pengembang S.T.A.L.K.E.R. 2 mengalami hal yang sama, di mana mereka mendapatkan respon negatif ketika mengumumkan rencana NFT dan menyebabkan mereka membatalkan rencana itu. Tidak hanya mereka, Team17 juga mendapatkan respon yang serupa dengan proyek MetaWorms NFT-nya. Salah satu game indie di Steam seperti Storybook Brawl mendapat perlakukan serupa. Blizzard Entertainment juga mengelak dan menarik kata-kata mereka saat merilis survei tentang NFT.

Pada bulan Januari 2022 saja, beberapa kontroversi muncul kembali dalam industri video game. Perusahaan seperti Atari, Konami, Moonton, dan Ubisoft menyerukan dukungan mereka terhadap NFT. Bahkan salah satu pengisi suara terkenal seperti Troy Baker ikut campur dalam topik kontroversial ini.

Netmarble bahkan tidak takut untuk mengungkapkan tujuan bisnis mereka dalam metaverse, blockchain, dan NFT, di mana 70% game baru mereka akan mencoba semua teknologi tersebut. Zynga juga akan merilis game NFT pertama mereka di tahun 2022. SEGA tidak lupa mengumumkan niat Super Game yang nantinya akan mengimplementasikan NFT. Bandai Namco juga telah mengumumkan proyek NFT musiknya, yaitu World of Den-On-Bu.

Realitanya, sebagian besar pengembang dan penerbit video game tidak tertarik dengan topik mengenai NFT dan cryptocurrency. Ada salah seorang responden dari survei State of the Industry 2022 milik GDC menyindir, “Saya lebih suka tidak mendukung pembakaran hutan hujan daripada memastikan seseorang ‘memiliki’ jpeg.”

Kita nantikan saja masa depan dari metaverse, blockchain, dan NFT, apakah tren ini akan berlalu dengan cepat atau akan tetap di sini dan menetap dalam waktu yang lama.

Baca Juga :  Grup LEGO dan Epic Games Berkolaborasi untuk Membuat Metaverse untuk Anak-Anak