Review Evil Dead The Game, Asymmetrical Horror Unik Bertema Absurd

Sebuah mahakarya memukau datang dari studio terkenal bernama Saber Interactive. Setelah sukses dengan game miliknya yaitu World War Z, mereka akhirnya mengumumkan game terbaru yang berjudul Evil Dead The Game. Pada kesempatan ini, Gamedaim Review akan memberikan Review sederhana dari Evil Dead The Game. Kira-kira akan sesuai ekspektasi kita atau tidak? Yuk ikuti terus pembahasannya.

Rilis pada tanggal 13 Mei 2022 lalu, Evil Dead The Game sebenarnya merupakan game Asymmetrical Horror yang membawa pendekatan cukup kompleks. Game satu ini sempat menjadi perhatian utama saat hadir pertama kali di Event Game Awards 2020 lalu. Tidak hanya tampil dengan trailer penuh aksi, gamenya pun berhasil membangkitkan kembali judul film Pop Culture ternama.

Apa Itu Evil Dead The Game? Kenapa Temanya Absurd?

Apa Itu Evil Dead The Game? Kenapa Temanya Absurd? | Saber Interactive

Sesuai dengan judulnya, Evil Dead The Game diciptakan dari hasil adaptasi film Horror Komedi yang rilis pada tahun 1983 dan disutradarai Sam Raimi (Yap sutradara Doctor Strange Multiverse of Madness). Game ini hadir sebagai Spin-Off dari seri trilogy originalnya. Mengingat ini merupakan film komedi, maka plot yang diangkatpun cukup aneh terutama bagi kalian yang belum pernah mendengar judulnya.

Dalam filmnya, Evil Dead menceritakan tentang petualangan anak kuliahan bernama William Ash yang suatu hari menemukan buku kematian bernama Necronomicon pada sebuah kabin saat ia berlibur. Buku tersebut suatu ktika terbuka dan membuka portal berisikan iblis dari dimensi lain ke bumi. Ash sempat mencoba menutup portal tersebut namun malah tertaik ke masa lalu tanpa alasan yang jelas.

Evil Dead The Game Demons | Saber Interactive
Evil Dead The Game Demons

Ia meminta bantuan King Arthur (Ya, Raja Inggris) untuk membawanya pulang ke dunia modern dan menghentikan para iblis yang merasuki penduduk setempat. Dari sinilah Ash dan teman-temannya akan berhadapan dengan 3 jenis villain berwujud Demons bernama The Dark Ones yang bertanggung jawab membuat seluruh penduduk menjadi kanibal. Ia harus merebut kembali buku Necronomicon yang dicuri sang musuh.

Lore film Evil Dead sangat luas, namun pada gamenya kita tidak akan menemukan Cutscene atau percakapan Dialog yang menjelaskan cerita dibalik dunianya. Game ini bahkan bisa dibilang tidak memiliki Story sama sekali. Sehingga membuat pemain mungkin akan sangat kesulitan dengan tema serta dunia apa yang dibawa oleh Evil Dead The Game jika tidak menonton filmnya. Kemungkinan besar, game ini memang ditunjukkan untuk fans lama Evil Dead alih-alih pendatang baru.

Gameplay Inovatif Dengan Formula Ala Dungeon & Dragons

Gameplay Inovatif Dengan Formula Ala Dungeon & Dragons
Gameplay Inovatif Dengan Formula Ala Dungeon & Dragons
Penyajian Item Seperti Game Battle-Royale
Penyajian Item Seperti Game Battle-Royale

Seperti yang kami katakan sebelumnya, Evil Dead The Game merupakan game Asymmetrical Horror. Meskipun demikian, pendekatan yang dibawa memang jauh berbeda dengan Death By Daylight, Friday the 13th, atau Identity V. Pasalnya, alih-alih fokus pada pengalaman seperti petak umpet, game ini malah akan mengajak setiap tim untuk melakukan aksi melee kombat dan shooting.

Benar, kini para Survivor diberikan opsi cukup besar untuk mengalahkan para Demon. Setiap anggota Survivor dapat melakukan Looting Senjata api yang tersebar pada map. Cara penyajiannya pun mirip seperti game Battle-Royale, dimana pemain harus mencari peluru yang cocok demi mengisi senjata yang digunakan. Selain itu, kamu bisa memperoleh item seperti Healing dan attachment. Akan ada elemen mengendarai mobil juga untuk bereksplorasi.

Berbeda dengan Survivor, Demon pada game ini malah punya peran layaknya Dungeon Master pada game table top Dungeon & Dragons. Dimana ia harus memanfaatkan environment pada map untuk membuat jebakan dan melakukan Summonings monster-monster hingga memicu Boss Battle. Kamu bahkan bisa merasuki anggota Survivor yang memiliki Fear meter rendah karena terpisah dari kelompoknya.

Survivors dilengkapi Senjata dan Sihir untuk Combat
Survivors dilengkapi Senjata dan Sihir untuk Combat

Objective yang disajikan pun senarnya cukup sederhana saja. Survivor (berisikan 4 pemain) punya misi utama untuk mencari Peta serta lembar Necronomicon yang tersebar pada map. Setelah itu ia juga harus mengaktifkan mantra spesial demi menghentikan kemampuan Demons (beranggotakan 1 pemain) yang berniat membunuh para survivor serta mengaktifkan kekuatan selama 30 Menit.

Selain itu, poin cukup mengejutkan datang dari kesediaan mode Single-Player bernama Mission (Tetap harus terhubung Internet). Ini adalah pertama kalinya game Asymmetrical Horror punya Mode Single-Player, karena biasanya game dengan formula ini selalu fokus pada Multiplayer saja. Sama seperti L4D, kamu dapat memainkan Mode Single-Player sepenuhnya dengan AI dan Bot. Namun jangan berharap akan keberadaan Story Campaign. Pasalnya, mode ini disediakan hanya untuk membuka karakter saja.

Class dan Character Build Yang Kompleks dan Penuh Opsi

Survivors Class
Survivors Class
Demons Class
Demons Class

Survivor akan dibagi menjadi 4 jenis class, contohnya seperti Leader (Carry), Warrior (Tank), Hunter (Flank), dan Support (Healer). Leader punya kemampuan yang dapat memberikan efek Buff pada Team. Sedangkan Warrior bertugas untuk melindungi team dari serangan spesial Demons. Hunter sendiri punya kemampuan mendeteksi lokasi Item dan menyelesaikan objective dengan cepat. Yang terakhir ada Support yang dapat memberi Healing dan menurunkan Fear Meter team.

Untuk Demons akan terbagi menjadi 3 class. Ini dimulai dari Warlord, Puppeteer, dan Necromancer. Warlord dapat mensummon monster kroco dengan kemampuan Elite Type dan ia juga dapat memanggil Mini Bos demi menghalangi para Survivor. Sedangkan Puppeteer bertugas untuk mempersiapkan jebakan yang difokuskan untuk menyerang Fear Meter para Survivor. Ia bahkan bisa merasuki salah satu anggota Survivor untuk menyerang timnya sendiri.

Skill Tree dan XP Gain
Skill Tree dan XP Gain

Di sisi lain, kita juga diperkenalkan dengan Necromancer. Yup, ia merupakan class terkuat pada Demons. Pemain dapat mengontrol karakter bernama Evil Ash lengkap dengan senjata pedang dan dapat menyerang para Survivor secara fisik. Ia juga ditemani dengan gelombang pasukan Skeleton yang terus menyerang team lawan tanpa henti. Setiap kali ia melakukan serangan maka Fear Meter musuh juga akan ikut terkuras.

Kuarang puas dengan build bawaan setiap classnya? Tenang, pihak dev juga memberikan opsi Skill Tree yang bisa kalian atur sesuka hati. Setiap perks pada Skill Tree bisa kalian upgrade dengan cara meningkatkan level kalian selama progress permainan. Untungnya, Evil Dead the game berhasil menawarkan sistem balancing yang memuaskan. Sehingga ada banyak kemungkinan untuk memenangkan match bagi Survivor maupun Demons itu sendiri.

Visual Next-Gen dan World Design Memanjakan

Evil Dead The Game Screenshot 2 Scaled 1
Visual dan World Design

Evil Dead The Game bisa dibilang merupakan salah satu game Horror dengan visual terbaik yang pernah dirilis. Tentunya ini tidak mengejutkan mengingat gamenya sendiri dikembangkan oleh teknologi Unreal Engine 4. Jika diingat-ingat, ia pun juga merupakan game Asymmetrical Horror pertama yang rilis ke konsol Next-Gen. Berbagai aspek fitur modern sudah mulai diimplementasikan milai dari Ray-Tracing hingga dukungan DLSS.

Untuk kalian yang tidak punya kartu grafis sekelas RTX, jangan khawatir. Pasalnya Evil Dead tetap menawarkan visual cukup memuaskan tanpa adanya fitur-fitur diatas. Optimalisasi miliknya pun cukup ringan tanpa adanya masalah FPS drop terutama bagi GPU sekelas GTX series. Sayangnya, berbagai masalah seperti bug minor memang masih sering terjadi. Apa lagi ketika kalian yang ingin mengendarai mobil ke satu titik tertentu.

Benar, implementasi berkendara kurang cocok dengan Design map yang padat akan objek. Game ini menawarkan 1 map saja yaitu Kabin. Namun area Kabin tersebut sangat luas sehingga untuk mencapai objective tertentu Survivor harus mengendarai mobil. Yang menjadi masalah adalah, banyak sekali rintangan objek yang memenuhi area map. Ditambah lagi dengan lebatnya pepohonan membuat jarak pandang jadi terbatas. Mobil benar-benar kesulitan bergerak jika keluar dari jalan raya.

Evil Dead The Game Review Car 1 Scaled 1
Objek yang tidak destruktif membuat pengalaman berkendara jadi sulit

Penataan objek untungnya punya sisi positif. Berkat lebatnya pepohonan dan objek yang menghiasi map, game ini menawarkan Level Design yang memanjakan. Mereka berhasil mencerminkan suasana Post-Apocalyptic yang cocok dengan tema gamenya. Pemain akan langsung merasakan bagaimana kengerian suasana permukiman setempat pasca sang musuh merasuki tubuh seisi penduduk.

Satu lagi poin tambahan datang dari Design Character. Seperti yang terlihat, Evil Dead The Game dengan akurat berhasil menciptakan ulang wujud sang aktor pada filmnya. Tampilan dari masing-masing karakter sangat mirip dengan versi film. Tidak hanya wajah, pakaian ikonik yang dikenakan pun sama persis. Contohnya saja seperti pakaian Ash yang compang-camping memperlihatkan tubuh berotot sang protagonis.

Sayangnya, wujud keren sang karakter tidak dibarengi dengan animasi combat yang baik. Ada banyak sekali animasi mengulang dilakukan karakter ketika bertarung menggunakan Melee Weapon dan Takedown Move. Begitu juga dengan para musuh kroco dengan animasinya yang terkesan begitu kaku. Untung, efek partikel seperti sihir dan darah membuat tampilan visual jadi terlihat lebih intens.

Kesimpulan Evil Dead: The Game

Diluar pembawaan yang unik serta inovatif, Evil Dead The Games masih punya kekurangan pada sisi Polishing. Berbagai bug menganggu serta animasi karakter yang monoton seakan berbanding terbalik dengan Visual dan Level Design yang memanjakan. Game ini pun hanya dibuat sebagai Fan Service filmnya, sehingga pemain yang tidak menonton versi Film akan kebingungan dengan Tema dan cerita penuh humor yang ditawarkan.

Yang menarik adalah, Evil Dead berani menawarkan mode Single-Player meskipun faktanya hanya tersedia sebagai pelengkap tanpa keberadaan Story Campaign. Namun, ini menjadi kabar baik untuk kalian yang baru terjun pada genre Asymmetrical Horror. Di sisi lain, mode Multiplayer berhasil digarap dengan banyak konten inovatif mulai dari formula ala Dungeon & Dragons yang memberikan elemen sandbox strategi bagi tim Demons.

Sementara itu, pada sisi Survivor kalian akan disajikan dengan elemen Class-Based serta segudang opsi membentuk Play-Style sendiri lewat Skill Tree dan XP Gain. Kami tetap menyarankan kalian untuk mencoba versi Multiplayer karena dari sinilah pengelaman Evil Dead baru bisa diperoleh secara sepenuhnya. Benar sekali, game ini tentu jauh lebih menjanjikan dibanding World War Z buatan Saber Interactive sebelumnya.

Bagi kamu yang belum sempat mencoba gamenya, maka sekarang adalah saatnya. Untuk itu, Evil Dead The Game dapat kalian mainkan melalui platform PC, PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series, dan Nintendo Switch. Seperti biasa, pengguna PC dapat membelinya secara langsung melalui halaman Epic Games Store secara Eksklusif. Bagaimanakah menurut kalian, tertarik untuk mencobanya juga?

Review Evil Dead: The Game

Timothy Thomas

Kesimpulan

Evil Dead: The Game bisa dibilang merupakan game Asymmetrical Horror yang paling kaya akan fitur. Ini juga menjadi game Asymmetrical Horror pertama yang menawarkan Mode Single-Player. Di sisi lain, mode Multiplayer-nya berhasil digarap dengan banyak konten Kreatif yang dimulai dari formula ala Dungeon & Dragon yang memberi kesan Sandbox dan Strategi. Sayangnya, diluar pembawaan yang unik serta inovatif, Evil Dead The Games masih punya kekurangan pada sisi Polishing. Berbagai bug menganggu serta animasi karakter yang monoton seakan berbanding terbalik dengan Visual dan Level Design yang memanjakan. Game ini pun hanya dibentuk sebagai Fan Service filmnya, sehingga pemain yang tidak menonton versi Film akan kebingungan dengan Tema dan cerita humor yang mereka sajikan.

75%

Baca Juga :  Nacon Umumkan WRC Generations - Gamedaim.com