Saham CD Projekt Red Turun 75% Sejak Cyberpunk 2077

Selama beberapa hari belakangan ini nama CD Projekt Red kembali menjadi topik perbincangan hangat di kalangan gamer. Topik tersebut tidak lain datang dari game terbarunya yaitu Cyberpunk 2077. Baru-baru ini saham CD Project Red dikabarkan turun hingga 75% sejak perilisan Cyberpunk 2077. Jadi, rencana apa yang mereka lakukan selanjutnya? Yuk ikuti terus berita game terbaru berikut.

Ambisi CDPR untuk terus memberikan dukungan Patch perbaikan terbaru pada Cyberpunk 2077 terbukti ampuh memulihkan Review positif dari para penggemar. Bukan hanya itu saja, mereka bahkan berani memberikan segudang Update Konten menarik yang rilis secara gratis untuk para pengguna. Meskipun demikian, upaya tersebut rupanya tidak cukup untuk memulihkan luka studio saat pertama kali meluncurkan gamenya ke publik.

Saham CD Projekt Red Hanya Sisa Seperempat Karena Cyberpunk 2077

Menurut laporan yang kami dapat lewat situs media Business Insider Poland, saham CD Project Red dikabarkan turun hingga 75% sejak perilisan Cyberpunk 2077 di tahun 2020 lalu. Awalnya perusahaan memiliki nilai saham sebesar 40 Miliar Złoty Polandia, dan saat ini angkanya memburuk dan hanya mencapai 10 Miliar Złoty saja. Padahal, CDPR sendiri sempat dinobatkan sebagai perusahaan game dengan nilai saham tertinggi di negara tersebut.

Angka saham yang dihasilkan CDPR saat ini dikabarkan senilai dengan tahun 2017 yang lalu. Kabar buruknya, CD Project Red tidak lagi menduduki posisi pertama sebagai perusahaan game paling berharga di Polandia. Posisi tersebut kini disalip oleh Techland yang mana merupakan studio terkenal pencipta franchise Dying Light. Sayang, tidak ada detail secara spesifik terkait nilai saham yang dimiliki oleh Techland.

Techland Salip Posisi CD Projekt Red Sebagai Perusahaan Game Tersukses di Polandia?

Cyberpunk 2077 menjadi salah satu game yang paling diantisipasi oleh pengguna Late-Gen Console, dan dirilis tepat saat PS5 dan Xbox Series X diluncurkan ke publik. Sayangnya, karena waktu Deadline yang terlalu sempit, pihak studio terpaksa untuk merilis gamenya dengan seadanya. Setelah tiga kali penundaan, sejumlah masalah teknis akhirnya muncul dan membuat gamenya mendapat respon negatif serta tuntutan untuk Refund.

Yang menarik adalah, CDPR tetap tidak menyerah untuk terus memperbaiki gamenya hingga terjual lebih dari 18 Juta kopi di seluruh dunia. Saat ini mereka bahkan sibuk untuk mengembangkan ekspansi besar lengkap dengan Story Line baru dan segudang Quest tambahan. Semoga saja keputusan tersebut dapat membuat studio ini bangkit untuk mengerjakan proyek yang lebih menjanjikan.

Baca Juga :  Valve Punya Banyak Proyek Game Baru, Apa Saja?