Square Enix Habiskan 200 Juta USD Untuk Game Marvel

Selama beberapa hari bekalangan ini, nama Square Enix tengah menjadi topik perbincangan hangat oleh banyak kalangan gamer. Bukan hanya soal penjualan 3 studio miliknya, namun topik tersebut juga datang dari laporan finansialnya yang cukup mengejutkan. Benar, Square Enix kabarnya telah menghabiskan total 200 Juta USD untuk game Marvel. Lantas, bakal seperti apakah jadinya? Yuk ikuti terus kabar Gamedaim News berikut.

Beberapa hari lalu, Square Enix resmi menjual ketiga studio andalannya yaitu Crystal Dynamics, Eidos-Montréal, dan Square Enix Montréal seharga 4,3 Triliun. Hal tersebut membuat banyak fans bertanya-tanya soal asalannya. Rupanya, hal ini ada hubungannya dengan kerugian Square Enix atas penjualan judul-judul game Marvel yang mereka pegang. Benar kita berbicara Marvel’s Avengers dan Marvel’s Guardians of The Galaxy.

Game Marvel Avengers Buat Square Enix Rugi 200 Juta USD

Menurut laporan yang kami dapatkan lewat situs media Metro.co.uk, Square Enix dikabarkan telah kehilangan modal sebanyak 200 Juta USD untuk pengembangan game Marvel’s Avengers dan Marvel’s Guardians of The Galaxy. Bukan hanya itu saja, mereka juga awalnya sudah berniat untuk meninggalkan franchise Tomb Raider dan Deus Ex demi memulai infestasi pada strategi bisnis yang berfokus pada teknologi Blockchain.

Terlepas dari kerugian hingga 200 juta USD, Square Enix tetap merupakan perusahaan peelarut yang besar dan tidak pernah kekurangan uang untuk diinvestasikan dalam proyek-proyek masa depan. Hal ini lah yang membuat fans semakin kebingungan mengapa Square Enix harus fokus pada bisnis Blockchain. Apa lagi, harus mengabaikan Tomb Raider yang sebentar lagi kedatangan sequel terbaru.

Game Marvel Avengers Jadi Alasan Square Enix Jual Crystal Dynamics?

Banyak fans mulai berpekulasi bahwa Square Enix ingin melepas Crystal Dynamics karena judul miliknya sudah tidak lagi begitu populer di masa depan. Ini termasuk Marvel yang sempat mereka akui kurang cocok dikembangkan oleh Crystal Dynamics. Keputusan tersebut jelas mendatangkan respon negatif fans mengingat Marvel Avengers sendiri merupakan game Live-Service yang harusnya konsisten menawarkan konten terbaru.

Dengan adanya akuisisi Embracer Group, tidak menutup kemu ngkinan bahwa Crystal Dynamics akan mengangkat kembali judul Marvel dengan kualitas yang lebih baik. Contohnya seperti Marvel’s Guardians of The Galaxy yang mendapatkan review Positif dari kalangan fans maupun media. Lantas, bagaimanakah pendapat kalian, masih tertarik untuk mencoba kedua game tersebut?

Baca Juga :  Naoki Yoshida: Final Fantasy XVI Memasuki Tahap Akhir Pengembangan