Streamer Destiny 2 Ini Digugat Bungie Karena Ancam Karyawannya

Pembahasan soal Bungie dengan kasus gugatannya memang tidak akan pernah habis. Setelah sukses memenangkan pengadilan melawan pembuat software cheat bernama Elite Boss Tech, Bungie dikabarkan kembali mengajukan gugatan kepada sorang Streamer Destiny 2 karena mengancam karyawannya. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Yuk ikuti terus berita game terbaru yang berikut ini.

Hari Jumat tanggal 15 Juli lalu, Sony selaku induk perusahaan Bungie mengajukan gugatan dan menuduh salah satu pemain Destiny 2 karena telah melakukan aksi Cheat dan dan mengancam karyawannya. Keluhan tersebut berawal dari sifat pemain yang dianggap Toxic karerna Bungie bungkam tentang keputusan dan rencana masa depan atas layanan Live-Service game Looter-Shooter miliknya.

Bungie dan Sony Gugat Streamer Destiny 2 Karena Cheat dan Ancaman Pembunuhan

Gugatan tersebut telah resmi diajukan ke pengadilan Distrik Barat AS di Washington. Laporannya menyebutkan bahwa Luca Leone menjadi satu-satunya terdakwa dan melanggar Perjanjian Lisensi Perangkat Lunak Terbatas Destiny 2 (LSLA). Leone sebelumnya telah diperingatkan berkali-kali untuk tidak melakukan streaming game saat menggunakan software Cheat dan terlibat dalam dugaan penjualan emblem illegal di Destiny 2.

Lebih buruknya, streamer tersebut juga melanggar undang-undang ancaman kepada pihak Bungie Community Manager. Pada 4 Juli lalu seorang pengguna Twitter bertanya kepanya apakah ada orang di wilayah Seattle yang bersedia untuk melakukan pembakaran dalam 72 jam. Leone menanggapi dengan sukarela. “Kalau di Bungie HQ kamu dapat diskon btw,” tulisnya. Leone bahkan mentweet Bungie untuk “menjaga pintu agar tetap terkunci.”

Pelaku Berniat Membakar Markas Bungie di Washington?

“Ini menjadi pernyataan yang sangat meremehkan jika menggambarkan Leone sebagai penghindar BAN dan Cheater saja,” tulis keluhan Bungie. Leone telah “berulang kali menyiarkan dirinya menggunakan Software Cheat di Destiny 2.” Selain itu, Ini juga terlibat percakapan Twitter pada awal Juni lalu, di mana Leone tampaknya sengaja meremehkan peringatan kami. “Bungie TIDAK AKAN PERNAH bisa menghentikan saya,” kata Leone.

Bungie meminta pengadilan untuk memberi tindakan atas perilaku Leone yang melakukan Cheat, membuat akun baru, atau “memberi ancamannya atau pelecehan terhadap Bungie, karyawan, atau pemainnya.” Maka dari itu, ia meminta ganti rugi sebesar 150.000 USD untuk masing-masing pelanggaran yang dituduhkan, ditambah 2.500 USD di bawah DMCA dan seluruh biaya pengadilan dan biaya pengacara.

Baca Juga :  League of Legends: Program Pencarian Talent Game Changer Wild Rift Rift Stars di Indonesia