Tony Hawk Bangun Taman Skate Virtual Untuk Proyek Metaverse dan NFT

Laporan baru telah mengungkapkan bahwa Tony Hawk akan membangun taman skate virtual di sebuah game NFT bernama The Sandbox.

Informasi ini resmi diumumkan oleh Tony Hawk melalui media sosialnya (via VGC). Jika kalian tertarik dengan kontroversi NFT, blockchain, dan metaverse, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Tony Hawk Bangun Taman Skate Virtual di Untuk Proyek Metaverse dan NFT

Minggu lalu, Tony Hawk mengungkapkan bahwa dia berencana untuk membangun “taman skate terbesar di metaverse” dalam kemitraan dengan The Sandbox beserta platform NFT Autograph.

Tony Hawk Land akan menjadi ruang baru di The Sandbox, di mana ruang tersebut digambarkan sebagai “sebagian real estat virtual, sebagian taman hiburan”.

Dibangun di atas blockchain Ethereum, ruang tersebut memungkinkan pengguna menukar cryptocurrency untuk akses ke sebidang tanah virtual dan memonetisasi aset voxel dengan memperdagangkan item dalam game sebagai NFT. Autograph akan membuat NFT berdasarkan skateboard, peralatan, dan pakaian Tony Hawk.

The Sandbox akan membuat NFT ini dapat dioperasikan dalam metaverse terbuka, mengubah avatar kualitas tinggi Autograph menjadi versi voxel 3D yang memiliki fungsionalitas dalam game untuk pengalaman, menambahkan utilitas dan nilai bagi pemiliknya,” tulis siaran pers yang ada.

“Saya telah menjadi penggemar teknologi baru sepanjang hidup saya, dari video game pertama dan komputer rumahan dengan kemampuan CGI. Saya terpesona oleh metaverse dan bersemangat untuk membawa budaya kita ke lanskap virtual The Sandbox,” ungkap Hawk.

The Sandbox saat ini memiliki lebih dari 300 kemitraan, dengan Ubisoft (Rabbids), The Walking Dead, Snoop Dogg, Adidas, Deadmau5, The Smurfs, Care Bears, dan Atari menjadi beberapa di antaranya.

Kontroversi NFT, Blockchain, dan Metaverse

Game blockchain dan NFT memang telah menjadi sasaran inti kontroversi dalam beberapa bulan terakhir. Valve bahkan telah melarang game blockchain dan NFT dari Steam, tetapi Epic Games malah menerima ide itu dengan tangan terbuka di platform mereka. Gabe Newell menyatakan bahwa orang-orang dari komunitas NFT bukan tipe yang ingin diajak berbisnis oleh Valve. 

Phil Spencer bahkan telah menyatakan kekhawatirannya akan pertimbangan game berbasis blockchain dan NFT. Berbeda dengan Yosuke Matsuda (presiden Square Enix), di mana dia telah mendukung secara antusias teknologi baru seperti game blockchain, NFT dan metaverse. Atsushi Inaba dan Hideki Kamiya bahkan telah menyatakan ketidaktertarikan mereka terhadap NFT. Di sisi lain, Reggie Fils-Aimé percaya pada teknologi blockchain dan play-to-own. Keiji Inafune yang merupakan produser Mega Man juga telah mengumumkan proyek NFT terbarunya.

GSC Game World selaku pengembang S.T.A.L.K.E.R. 2 mengalami hal yang sama, di mana mereka mendapatkan respon negatif ketika mengumumkan rencana NFT dan menyebabkan mereka membatalkan rencana itu. Tidak hanya mereka, Team17 juga mendapatkan respon yang serupa dengan proyek MetaWorms NFT-nya. Salah satu game indie di Steam seperti Storybook Brawl mendapat perlakukan serupa. Blizzard Entertainment juga mengelak dan menarik kata-kata mereka saat merilis survei tentang NFT.

Pada bulan Januari 2022 saja, beberapa kontroversi muncul kembali dalam industri video game. Perusahaan seperti Atari, Konami, Moonton, dan Ubisoft menyerukan dukungan mereka terhadap NFT. Bahkan salah satu pengisi suara terkenal seperti Troy Baker ikut campur dalam topik kontroversial ini.

Netmarble bahkan tidak takut untuk mengungkapkan tujuan bisnis mereka dalam metaverse, blockchain, dan NFT, di mana 70% game baru mereka akan mencoba semua teknologi tersebut. Zynga juga akan merilis game NFT pertama mereka di tahun 2022. SEGA tidak lupa mengumumkan niat Super Game yang nantinya akan mengimplementasikan NFT. Bandai Namco juga telah mengumumkan proyek NFT musiknya, yaitu World of Den-On-Bu.

Namun, laporan The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa banyak pemilik NFT sekarang menemukan investasi mereka bernilai jauh lebih rendah daripada apa yang mereka beli.

Realitanya, sebagian besar pengembang dan penerbit video game tidak tertarik dengan topik mengenai NFT dan cryptocurrency. Ada salah seorang responden dari survei State of the Industry 2022 milik GDC menyindir, “Saya lebih suka tidak mendukung pembakaran hutan hujan daripada memastikan seseorang ‘memiliki’ jpeg.”

Kita nantikan saja masa depan dari metaverse, blockchain, dan NFT, apakah tren ini akan berlalu dengan cepat atau akan tetap di sini dan menetap dalam waktu yang lama.

Baca Juga :  Bayonetta 3 Bawa Fitur Auto-Sensor Demi Minimalisir Adegan Sexy